Rabu, 13 Mei 2015

Cara Melakukan Pengaturan Desktop Layar Komputer

Cara Melakukan Pengaturan Desktop Layar Komputer





Desktop ialah tampilan ( display ) pada layar komputer nan terdiri atas latar belakang ( background ) dan ikon-ikon nan mewakili program atau arsip tertentu. Langkah-langkah buat melakukan pengaturan desktop ialah sebagai berikut.
  1. Klik tab Desktop.
  2. Untuk memilih gambar latar belakang, pilih salah satu gambar nan tersedia di dalam bagian Background atau pilih salah gambar nan tersimpan dalam komputer dengan mengklik tombol Browse dan pilih gambar nan dimaksud.
  3. Untuk mengatur posisi gambar latar belakang, klik pull-down menu Position , kemudian pilih salah satu pilihan nan tersedia ( Center, Tile, atau Stretch ).
  4. Untuk melakukan pengaturan rona desktop, klik pull-down menu Color, kemudian pilih salah satu rona nan tersedia.
  5. Untuk melakukan pengaturan desktop tambahan, misalnya mengganti ikon tertentu, klik tombol Customize Desktop .
  6. Jika pengaturan selesai dilakukan, klik tombol Apply, kemudian OK.

Cara Melakukan Pengaturan Resolusi Layar Komputer dan Kualitas Warna
  
Resolusi layar dan kualitas rona komputer akan berpengaruh pada taraf kepadatan rona layar. Langkah-langkah buat melakukan pengaturan resolusi dan rona layar komputer tersebut ialah sebagai berikut.
  1. Klik tab Settings.
  2. Untuk melakukan pengaturan resolusi layar geserkan slider pada bagian Screen resolution. Penggeseran ke arah Less akan mengurangi resolusi warna, sedangkan penggeseran ke arah More akan meningkatkan resolusi warna.
  3. Untuk melakukan pengaturan kualitas rona komputer, klik pull-down menu Color quality , kemudian klik salah satu pilihan nan tersedia, misalnya medium (16 bit) dan highest (32 bit).
  4. Untuk melakukan pengaturan tambahan, klik tombol Advanced.
  5. Jika pengaturan selesai dilakukan, klik tombol Apply, kemudian OK.
Nah, itulah pedoman mengenai beberapa langkah nan dapat Anda lakukan buat memperindah tampilan layar komputer di rumah. Seperti nan sudah dijelaskan di atas, cara-caranya sangatlah sederhana dan sama sekali tak memakan banyak waktu, seperti halnya menginstall OS.

Cara Melakukan Setting Resolusi Layar Monitor

Cara Melakukan Setting Resolusi Layar Monitor


Ada beberapa hal yang berkaitan dengan setting resolusi layar monitor yang perlu diketahui, a.l :
  1. Ukuran metric : adalah ukuran luas bidang layar, biasa dinyatakan dengan panjang diagonal bidang layar, dan diukur dalam satuan inci (inch).
  2. Ukuran image density : biasa disebut resolusi, adalah ukuran "kepadatan/densitas" layar, dinyatakan dalam satuan Pixel. Diukur dari sisi-panjang dalam pixel dan sisi-lebar (tinggi) dalam pixel.
  3. Layar monitor dalam ukuran inci (metric) tertentu, bisa memiliki beberapa ukuran dalam satuan "pixel".
  4. Setiap layar monitor memiliki ratio (perbandingan sisi Panjang : sisi Lebar) yang berbeda. Pada monitor CRT (Cathode Ray Tube) memiliki ratio 4:3. Sedangkan layar display LCD (Liquid Cristal Display) dan sejenisnya (TFT, LED, Plasma) biasanya memiliki ratio 16:9 atau 16:10.
  5. Layar monitor (screen) dengan berbagai model dan ukuran memerlukan pengaturan resolusi yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mendapatkan tampilan (display) gambar yang paling tepat. Jika setting resolusi nya salah, maka layar akan menampilkan informasi geometris yang salah pula. Lingkaran yang seharusnya bulat, bisa tampil lonjong (eliptis). Figur yang mestinya tinggi menjadi pendek, dsb.
  6. Pengaturan Setting Resolusi monitor sangat ditentukan/dipengaruhi oleh :
    1. kemampuan resolusi maksimum layar monitor itu sendiri, dan
    2. kemampuan device VGA (kartu grafis) yang digunakan.

Cara Setting Resolusi Layar Monitor

setting resolusi xp
Gambar-1.
advanced setting
Gambar-2.
Pada umumnya, setting resolusi monitor dapat dilakukan dari layar Display Properties dari masing-masing jenis OS Windows. Untuk membuka layar Display Properties bisa dilakukan dari Desktop atau dari Control Panel Windows.
Klik gambar untuk tampilan lebih besar.
Setting Refresh rate
Gambar-3.
setting vga nvidia
Gambar-4.

  1. Klik tab Monitor, tampil seperti Gambar-3. Pada Screen refresh rate, beri centang pada Hide modes that this monitor cannot display, dan pilih angka Screen refresh (setidaknya) 60 Hertz. Keliru memilih angka refresh rate bisa merusak monitor, oleh karena itu jangan lupa memberi centang tsb diatas.
  2. Klik tombol Apply lalu OK. Jika diminta konfirmasi, klik Yes. Sistem akan mengatur ulang resolusi layar.
  3. Jika setting yang kita lakukan tidak bisa diterima monitor, maka sistem akan mengembalikan setting ke pengaturan sebelumnya, dan kita bisa mengulang setting menggunakan resolusi yang lain.
  4. Jika menggunakan VGA Card misalnya seperti nVidia atau ATI, maka pada Gambar-2 akan ada tab dengan nama VGA card yang digunakan. Tab ini memiliki item pengaturan display yang lebih lengkap, dan itu bisa digunakan.
  5. Dalam contoh ini, klik tab GeForce2 MX/MX 400 (nama vga card buatan nVidia). Tampil seperti Gambar-4. Setiap jenis VGA card bisa memiliki interface yang berbeda, jadi pelajari cara penggunaannya.
display setting win 7
Gambar-5.
Picture
Gambar-6.
Setting Resolusi pada Windows 7
  1. Klik kanan area desktop yang kosong - pilih Screen resolution, lihat Gambar-5.
  2. Tampil layar Screen Resolution seperti Gambar-6.
  3. Pada drop down menu Resolution, klik segitiga-kecil dan pilih angka resolusi dengan tanda (recommended). Ini adalah angka Native Resolution (Resolusi NR). Yaitu angka setting resolusi paling tepat untuk layar monitor tersebut. Setting resolusi menggunakan angka resolusi NR akan memberikan tampilan bentuk geometris paling benar. Kemudian klik tombol Apply.
  4. Selanjutnya, klik text-link Advanced settings, langkah berikutnya tidak jauh berbeda dengan langkah setting resolusi pada Windows XP pada item No.3 diatas.

Cara Menghidupkan dan Mematikan Komputer dengan Benar

Cara Menghidupkan Komputer:


- Pasangkan kabel ke stopkontak.
 

- Tekan tombol ON pada penstabil tegangan (Stabilizer), CPU, dan monitor. (jika ada)



- Tunggulah beberapa saat hingga komputer melakukan proses booting, yaitu proses suatu komputer mendeteksi hard disk, floppy disk drive, CD -Room dan CPU (memory, clock, RAM dan lain sebagainya).

- Setelah proses Booting selesai, di layar muncul kotak dialog untuk mengisi Username dan Password. (jika menggunakan password).


- Setelah selesai muncul desktop. Pada tahap inilah, komputer siap digunakan dan anda dapat menggunakan aplikasi sesuai dengan kebutuhan.












 


Cara yang benar untuk mematikan komputer :
- Pastikan semua aplikasi yang telah anda gunakan sudah ditutup.
















- Pada menu Pull-down Start, klik Shutdown-OK (windows 98) atau klik Turn Off 
computer-Turn Off (windows XP). Tunggu beberapa saat hingga muncul tampilan 
‘windows is shutting down’ (windows 98). Setelah itu computer akan mati dengan 
sendirinya.

 

- Tekan tombol OFF pada monitor, CPU dan penstabil tegangan.


Warm Booting dan Cold Booting




·         Warm Booting 
 
     Warm Booting berasal dari kata Warm yang berarti Panas dan Booting yang berarti Proses menghidupkan computer. Maka bila disatukan Warm Booting proses penghidupan komputer (kembali) dimana pada saat komputer tersebut dalam keadaan hidup (panas) atau disebut bahasa lainLalu yang berikut ini merupakan Cara dan proses yang terjadi pada saat Warm Booting;
Metode-metode melakukan Warm Boot:
1. Pastikan komputer masuk pada Sistem Operasi. Lakukan lah restart pada komputer anda pada tombol start dan restart.
2. Pencet tombol restart yang ada pada casing PC.
3. Dan Warm Booting pun berhasil dilakukan.
Proses yang dialami ketika Warm Boot:
1. PSU. “Ketika arus listrik dalam keadaan baik, maka PSU (Power Supply) akan mengirimkan sinyal ke chip-chip motherboard bahwa komputer siap dinyalakan.”
2. BIOS ROOM. “BIOS ROM akan mengluarkan program BOOT, yang kemudian akan dicek dan dilihat oleh Processor untuk tahap selanjutnya/”
3. Jika ketika proses BOOT terjadi kesalahan maka BIOS akan memberikan kode POST error seperti kode beep atau kode post pada layar. Dan proses akan terhenti sampai masalah terselesaikan.
4. BIOS pada VGA card akan mengecek keadaan VGA tersebut dan kemudian mengidentifikasinya.
5. BIOS utama akan mencari hardware-hardware yang menggunakan BIOS.
6. Start Up. “BIOS akan menampilkan layar start up pada layar monitor.”
7. Memory BIOS. “BIOS akan menguji keadaan memori (RAM)”
8. Hardware BIOS. “BIOS akan mencari dan menguji hardware-hardware yang tersambung dengan komputer.”
9. PnP (Plug and Play) BIOS. “BIOS akan membaca dan konfigurasi hardware atau perangkat PnP (USB Flash Disk, Printer, USB Keyboard, USB Mouse, dll) secara otomatis.”
10. BIOS Screen Configuration. BIOS akan menampilkan kesimpulan konfigurasi.
11. BOOT Drive. “Bios akan mencari drive untuk melakukan boot seperti yang diatur pada boot sequence.”
12. BOOT Record. “Setelah proses pencarian drive selesai, BIOS akan mencari frist boot device dalam urutan yang memiliki MBR (Master Boot Record) dalam Harddrive, Floppy, atau CD Drive.”
13. Operating System. “BIOS memulai proses boot pada sistem operasi yang ada pada drive.”
14. Error. “Jika BIOS tidak menemukan BOOT Table Hardware, maka sistem akan berhenti.”nya melakukan reboot atau restart pada komputer tersebut.
 
·        Cold Booting : 
 
      Arti dari Cold Booting yaitu kata Cold yang berarti Dingin dan kata Booting yang berarti Proses menghidupkan komputer. Maka bila disatukan Cold Booting adalah proses menghidupkan komputer pada saat komputer dalam keadaan mati ataupun (dingin).
Berikut ini merupakan Cara dan proses yang terjadi pada saat Cold Booting;
Cara melakukan Cold Boot:
1. Tancapkan Kabel Power ke stop kontak
2. Pastikan peralatan komputer (monitor, keyboard, mouse, dll)  terpasang dengan benar.
3. Pencet tombol power pada casing PC dan juga pada monitor, dan kitapun berhasil melakukan Cold Booting.
Proses yang dialami ketika Cold Booting:
1. PSU. “Ketika arus listrik dalam keadaan baik, maka PSU (Power Supply) akan mengirimkan sinyal ke chip-chip motherboard bahwa komputer siap dinyalakan.”
2. BIOS ROOM. “BIOS ROM akan mengluarkan program BOOT, yang kemudian akan dicek dan dilihat oleh Processor untuk tahap selanjutnya/”
3. Jika ketika proses BOOT terjadi kesalahan maka BIOS akan memberikan kode POST error seperti kode beep atau kode post pada layar. Dan proses akan terhenti sampai masalah terselesaikan.
4. BIOS pada VGA card akan mengecek keadaan VGA tersebut dan kemudian mengidentifikasinya.
5. BIOS utama akan mencari hardware-hardware yang menggunakan BIOS.
6. Start Up. “BIOS akan menampilkan layar start up pada layar monitor.”
7. Memory BIOS. “BIOS akan menguji keadaan memori (RAM)”
8. Hardware BIOS. “BIOS akan mencari dan menguji hardware-hardware yang tersambung dengan komputer.”
9. PnP (Plug and Play) BIOS. “BIOS akan membaca dan konfigurasi hardware atau perangkat PnP (USB Flash Disk, Printer, USB Keyboard, USB Mouse, dll) secara otomatis.”
10. BIOS Screen Configuration. BIOS akan menampilkan kesimpulan konfigurasi.
11. BOOT Drive. “Bios akan mencari drive untuk melakukan boot seperti yang diatur pada boot sequence.”
12. BOOT Record. “Setelah proses pencarian drive selesai, BIOS akan mencari frist boot device dalam urutan yang memiliki MBR (Master Boot Record) dalam Harddrive, Floppy, atau CD Drive.”
13. Operating System. “BIOS memulai proses boot pada sistem operasi yang ada pada drive.”
14. Error. “Jika BIOS tidak menemukan BOOT Table Hardware, maka sistem akan berhenti.”

Pengertian Sistem Operasi Komputer

PENGERTIAN SISTEM OPERASI KOMPUTER


       Pengertian Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
 
      Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum
tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
 
      Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain.
Contoh :

       Contoh-contoh dari Sistem operasi Komputer misalnya adalah Windows, Linux, MacOS, dan lain lain. Di bawah ini merupakan tampilan antarmuka sistem operasi Windows 7, Linux (ubuntu), dan Mac OS X
1. Tampilan antar muka windows 7
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2. Tampilan antar muka linux Ubuntu
 
 
3. Tampilan antar muka sistem operasi Mac OS X
 

Cut file/folder

Saat menulis atau menggunakan program Microsoft Word kemudian ditengah-tengah pengerjaan anda ingin menyalin tulisan yang sama di tempat yang berbeda baik pada satu dokumen yang sama maupun pada dua dokumen yang berbeda. Daripada menghapus kalimat yang telah dicetak panjang atau menulis kembali paragraf yang sama pada dokumen lain, yang tentunya akan sangat merepotkan. Mengapa tidak gunakan fitur yang tersedia pada komputer.   Program tersebut dinamakan dengan Cut dan Copy.
Berikut cara untuk memotong (Cut) dokumen pada komputer:
Untuk men-Cut dan paste teks dokumen Word, caranya hampir sama dengan cara men-copy paste teks word seperti dijelaskan diatas. Bedanya, ketika Anda memilih tabs Home atau klik kanan pada mouse, perintah selanjutnya yang harus Anda pilih adalah "Cut".
Silakan perhatikan gambar di bawah ini

Cut dengan tabs Home
Cut dengan Klik Kanan Mouse

Tips :
 
Anda dapat melakukan copy, cut dan paste dengan menggunakan tombol-tombol di keyboard, sehingga pekerjaan Anda lebih praktis. Karena Anda tidak akan bolak-balik menggunakan mouse untuk memilih menu-menu yang ada. Caranya sangat mudah, silakan perhatikan rumus berikut. 
 
Copy = Tekan "Ctrl + C"
Cut = Tekan "Ctrl + X"
Paste = Tekan "Ctrl + V"
 
Dengan cara ini, sangat memungkinkan membantu mempercepat kinerja Anda, karena Anda hanya fokus pada keyboard saja untuk mengetik dan melakukan copy, cut dan paste.

Senin, 11 Mei 2015

Setting Regional (DateTime, US/Indo, GMT)

1. Klik start lalu control panel






















2. Klik Clock, Language, and Region

















3. Jika ingin mengubah tanggal dan waktu klik Date and Time
















4. Setelah itu muncul gambar seperti dibawah ini, jika ingin mengubah tanggal dan waktu klik change date and time, tetapi jika ingin mengubah zona waktu klik change time zone






















5. jika ingin mengubah daerah dan bahasa klik region and language

















6. lalu muncul tampilan seperti dibawah




















selesai :)